Welcome To Desa Wisata Carangsari

Desa Carangsari adalah salah satu Desa Wisata di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, yang telah ditetapkan Peraturan Bupati Badung No. 47 Tahun 2010 memiliki Tag Line "Carangsari The Historical Village" menggambarkan sebuah kalimat yang menyiratkan kapada pengunjung bahwa Desa Wisata Carangsari kental akan Nuansa sejarahnya yang mana berfokus pada sejarah tokoh perjuangan NKRI jaman penjajahan Belanda yakni I Gusti Ngurah Rai mulai dari tempat kelahiranya, desanya, hingga monumennya yang kesemuanya menjadi satu daya tarik wisata yang unik,seni budaya Bali.



Selain itu di Desa Wisata Carangsari juga terdapat wisata spiritual, wisata Budaya berupa cagar budaya dan sanggar seni dimana pengunjung dapat belajar seni budaya Bali. Sebagai desa wisata, di Desa Carangsari memiliki potensi wisata alam dan budaya terdapat aktivitas rafting/ arung jeram di Sungai Ayung, atraksi wisata gajah, dan cycling bersepeda yang dikelola pengusaha local dengan melibatkan masyarakat lokal.

Desa Wisata Carangsari sangat kental dengan kebudayaan dan adat tradisinya, sangat banyak yang dapat kita budidayakan dan lestarikan, Salah satunya adalah Topeng Tugek Carangsari. Tokoh topeng perempuan (yang ditarikan laki-laki) diperkirakan lahir pada tahun 1965 silam. Itu berarti usia topeng itu kini telah menginjak usia 51 tahun. Tatkala tokoh topeng tugek diciptakan, Gusti Ngurah Windia sang penari topeng tugek, baru berusia 20 tahun. Itu artinya sang penari sekarang sudah berusia 71 tahun. Diciptakan pada tahun 1965, dan sangat terkenal pada tahun 1970 hingga di era 1980-an, Topeng Tugek Terus berkeliling tidak hanya di Bali, Tupeng Tugek bahkan tampil hingga Los Angeles, Amerika Serikat. Potensi wisata budaya lainnya yang menunjukkan karakter Desa Carangsari seperti Puri Agung Carangsari, Komunitas Seni dan Budaya Tugek Carangsari, Monumen I Gusti Ngurah Rai, Akulturasi Budaya Tionghoa dengan Masyarakat Lokal. Partisipasi masyarakat memegang kunci penting dalam pengembangan desa wisata sehingga potensi lokal dapat berkembang dan destinasi tersebut memiliki karakternya, disamping itu masyarakat akan terdorong untuk ikut menjaga dan melestarikan alam budayanya dikarenakan manfaat yang mereka peroleh dari partisipasi aktifnya.


Image


Desa Wisata Carangsari sangat kental dengan kebudayaan dan adat tradisinya, sangat banyak yang dapat kita budidayakan dan lestarikan, Salah satunya adalah Topeng Tugek Carangsari. Tokoh topeng perempuan (yang ditarikan laki-laki) diperkirakan lahir pada tahun 1965 silam. Itu berarti usia topeng itu kini telah menginjak usia 51 tahun. Tatkala tokoh topeng tugek diciptakan, Gusti Ngurah Windia sang penari topeng tugek, baru berusia 20 tahun. Itu artinya sang penari sekarang sudah berusia 71 tahun. Diciptakan pada tahun 1965, dan sangat terkenal pada tahun 1970 hingga di era 1980-an, Topeng Tugek Terus berkeliling tidak hanya di Bali, Tupeng Tugek bahkan tampil hingga Los Angeles, Amerika Serikat. Potensi wisata budaya lainnya yang menunjukkan karakter Desa Carangsari seperti Puri Agung Carangsari, Komunitas Seni dan Budaya Tugek Carangsari, Monumen I Gusti Ngurah Rai, Akulturasi Budaya Tionghoa dengan Masyarakat Lokal. Partisipasi masyarakat memegang kunci penting dalam pengembangan desa wisata sehingga potensi lokal dapat berkembang dan destinasi tersebut memiliki karakternya, disamping itu masyarakat akan terdorong untuk ikut menjaga dan melestarikan alam budayanya dikarenakan manfaat yang mereka peroleh dari partisipasi aktifnya.

Tak cukup waktu sehari atau dua hari menikmati desa wisata Carangsari, wisatawan bisa tinggal di Triyana Resort Carangsari. Dibangun di atas tanah seluas 7.600 m2 di Jl. Tukad Ayung XIX, Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Merupakan lokasi yang sangat strategis di tengah-tengah pulau Bali mengusung tema modern and natural dengan konsep bangunan menggunakan bambu khusus untuk menciptakan nuansa natural, sehingga wisatawan bisa menikmati pesona keindahan alam dan panoramic Desa Wisata Carangsari.